Senin, 30 Januari 2012

Sebuah Sudut Pandang Mengenai Pernikahan



Allah ta’ala berfirman,

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Ruum : 21)

Ayat di atas menjelaskan secara ringkas, padat dan jelas mengenai pernikahan dalam Islam. Pernikahan memiliki tempat kedudukan yang mulia. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw bersabda bahwa pernikahan adalah setengah dari agama. Kemuliaan ini tentu bukan tanpa sebab. Pernikahan adalah ibadah, dimana ia menjadi pelengkap peran manusia selaku Khalifatullah di muka bumi ini.

Manusia diciptakan dengan segala aspek yang mendukung peran-Nya sebagai Khalifatullah. Bumi dan langit dibentangkan oleh Allah ta’ala dan dijadikan tunduk kepada manusia. Manusia juga memiliki akal yang tidak dimiliki oleh mahluk Allah lainnya selain jin. Kemuliaan manusia yang lain adalah manusia memiliki keinginan, hawa nafsu, dan syahwat yang jika diarahkan sesuai dengan porsi dan kegunaannya maka ia akan mendatangkan manfaat yang demikian besar bagi kehidupan manusia.

Peranan syahwat dalam kehidupan kita merupakan sebuah pedang yang bermata dua. Ia bisa menjadi